Tips Komunikasi Efektif dalam Pendidikan
Oleh: Bisri Mustofa, S.Sos, M.IP
Penyuluh Sosial Muda pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo
Orang tua mempunyai hak untuk mengetahui kemajuan pendidikan anaknya. Guru sebaiknya selalu berespons terhadap rasa ingin tahu orang tua terhadap prestasi anak. Sebaiknya antara guru dan orang tua terjalin komunikasi yang timbal balik. Komunikasi efektif menuntut baik orang tua maupun guru mengirimkan dan menerima keterangan tentang anak.
Gunarsa (2015), mengemukakan 3 alasan pentingnya komunikasi yang efektif antara orang tua dengan guru, yaitu:
- Para guru harus mengetahui kebutuhan dan harapan anak dan orang tua yang mengikuti program pendidikan prasekolah.
- Para orang tua memerlukan keterangan yang jelas mengenai segala hal yang dilakukan pihak sekolah, baik program, pelaksanaannya dan ketentuan-ketentuan yang diberlakukan di sekolah tersebut.
- Komunikasi yang baik akan membantu terselenggaranya proses pendidikan yang baik.
Teknik komunikasi yang diberlakukan dapat berlangsung melalui berbagai bentuk atau cara, dalam rentang komunikasi yang informal sampai dengan yang formal. Melalui cara tersebut akan diperoleh saling pengertian antara kedua belah pihak. Teknik komunikasi manapun akan ada meningkatkan pandangan dan pengertian para orang tua dan guru tentang anak didik dan proses belajar mereka.
Para orang tua tidak selalu tertarik pada pendidikan prasekolah secara menyeluruh, tetapi umumnya mereka lebih ingin mengetahui tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan anak mereka masing-masing. Pada umumnya hal-hal yang ingin diketahui berkaitan dengan:
- Kegiatan anak di sekolah.
- Bagaimana tingkah laku atau sikap anak terhadap anak lain.
- Bagaimana tingkah laku atau sikap teman-teman terhadap anak mereka.
- Bagaimana sikap mereka terhadap tugas-tugas yang diberikan di sekolah. Apa yang disukai dan tidak disukai tentang tugas di sekolah.
- Apakah guru cukup memperhatikan anak mereka masing-masing.
Teknik Komunikasi yang Tidak Resmi
Teknik komunikasi yang tidak resmi adalah penyampaian keterangan tentang apa yang terjadi pada jam sekolah adalah dengan cara yang sangat sederhana. Satu contoh dari teknik komunikasi yang tidak resmi adalah cara guru menyapa atau menegur orang tua dan bicara secara singkat pada saat orang tua mengantar anak sampai di depan pintu sekolah atau pada saat anak dijemput Keterangan singkat dan tidak resmi mengenai tingkah laku anak sebelum berangkat sekolah tetap penting artinya. Demikian pula penjelasan guru kepada orang tua yang diutarakan secara tidak resmi mengenai tingkah laku anak selama di sekolah, juga tidak kalah penting. Penjelasan yang disampaikan secara tidak resmi ini akan menjadi bagian dari keterangan yang lebih luas dan menyeluruh tentang tingkah laku anak baik di rumah maupun di sekolah. Biasanya keterangan yang disampaikan dengan teknik yang tidak resmi ini sifatnya umum, tidak perlu dirahasiakan dan dapat didiskusikan di depan anak.
Penyampaian keterangan yang tidak resmi juga dapat dilakukan dengan cara menulis pada secarik kertas dan ditempelkan pada kotak makan atau botol minum milik anak. Tetapi perlu hati-hati karena mungkin saja kertas tersebut terlepas dan keterangan dari guru tidak sampai pada orang tua.
Cara menyampaikan melalui telepon adalah teknik komunikasi yang tidak resmi. Apabila isi keterangan cukup serius sebaiknya telepon tersebut dilakukan pada saat anak sudah tidur atau melalui suatu perjanjian lebih dahulu.
Teknik Komunikasi yang Resmi
Teknik komunikasi yang sifatnya formal, adalah komunikasi yang bertujuan bahwa apa yang akan disampaikan telah direncanakan dan temanya juga khusus. Konferensi orang tua, pertemuan dengan orang tua secara pribadi, kunjungan rumah, dan laporan berkala adalah bentuk komunikasi yang resmi dengan para orang tua.
Konferensi dengan para orang tua, bagi guru adalah suatu cara yang paling praktis, karena sekaligus dapat memberikan keterangan atau penjelasan kepada semua orang tua. Dengan demikian guru tidak membutuhkan terlalu banyak waktu dan tenaga. Guru tidak membutuhkan banyak waktu untuk bertemu secara pribadi dengan masing-masing orang tua.
Ada suatu panduan untuk melaksanakan pertemuan besar seperti tersebut di atas. Apabila panduan tersebut dilakukan akan sangat membantu pelaksanaan pertemuan sehingga pertemuan tersebut akan mencapai hasil yang positif, artinya tujuan dan pertemuan tercapai. Bahasa yang dipergunakan dalam pertemuan sebaiknya menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti para orang tua. Hindari penggunaan kata-kata yang bersifat teknis, atau dengan menggunakan bahasa ilmiah dengan demikian pengertian tersebut sukar dipahami terutama bagi orang tua yang berpendidikan rendah. Apabila para orang tua kurang memahami bahasa Indonesia, dapat dijelaskan dengan bahasa daerah.
Para orang tua dan guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama terhadap suatu penyelesaian masalah. Dalam menyatukan suatu pandangan perlu dilakukan suatu musyawarah, hindari suatu perdebatan antara pendapat guru dan orang tua. Guna menghindari hal tersebut di atas, Gallinsky dalam Spodek (1991) memberikan beberapa petunjuk tentang yang sebaiknya dilaksanakan dan apa yang sebaiknya dihindari.
Hal-hal yang sebaiknya dilaksanakan:
- Tentukan apa yang akan dibicarakan dalam konferensi tersebut.
- Berikan pandangan kepada masing-masing orang tua.
- Bersikap positif selama konferensi diselenggarakan.
- Atur ruang kelas sehingga kelihatan bersih dan tersusun dengan baik.
- Dengarkan baik-baik apa yang dikatakan para orang tua.
- Perhatikan ungkapan verbal dan non-verbal.
- Pergunakan bahasa yang mudah dipahami para orang tua.
- Sesuaikan cara dan isi pembicaraan dengan masing-masing orang tua yang dihadapi.
- Terimalah sikap dan perasaan masing-masing orang tua.
Hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan:
- Jangan berdebat dengan orang tua.
- Jangan membicarakan seorang anak dengan orang tua lain.
- Jangan menjelekkan seorang guru di depan orang tua (kecuali apabila memuji).
- Jangan memotong pembicaraan orang tua.
- Jangan menanyakan sesuatu hal yang akan menimbulkan rasa malu pada orang tua.
- Jangan menyampaikan sesuatu keterangan kepada orang tua yang sebenarnya harus dirahasiakan.
Kunjungan Rumah
Kunjungan rumah adalah salah satu bentuk kegiatan untuk melakukan kemudahan komunikasi guru dengan orang tua. Seperti konferensi dengan orang tua, guru sebaiknya juga harus mengikuti ketentuan-ketentuan tertentu. Kunjungan rumah harus melalui perjanjian lebih dahulu. Tepati waktu kedatangan sesuai dengan perjanjian. Sebaiknya kunjungan hanya berlangsung selama 45-60 menit. Batasi diskusi-diskusi yang akan dilakukan, sesuai dengan yang telah direncanakan. Mendengarkan adalah salah satu bagian yang penting dalam komunikasi yang berhasil. Sementara itu lakukan pengamatan yang cermat terhadap lingkungan rumah, sehingga guru akan mendapat gambaran yang jelas dalam lingkungan yang bagaimana anak didiknya dibesarkan.
Pertemuan dengan Orang Tua
Perternuan dengan orang tua biasanya dilakukan pada waktu pertama kali para orang tua memasukkan anak mereka ke sekolah. Pada pertemuan tersebut biasanya guru memberi penjelasan tentang falsafah sekolah, ketentuan atau peraturan sekolah yang perlu disepakati bersama. Pada pertemuan ini dapat dihadirkan seorang ahli yang dapat diminta untuk menjelaskan suatu pokok pembicaraan, memutar suatu film atau melakukan suatu diskusi.
Para guru harus menyadari pokok pembicaraan pertemuan tersebut, sebaiknya guru menyiapkan bahan-bahan sebagai penjelasan kepada para orang tua. Rencanakan pertemuan tersebut dengan baik sehingga semua orang tua dapat hadir.
Laporan Berkala
Laporan berkala adalah keterangan dari pihak sekolah yang dikirimkan secara teratur kepada masing-masing orang tua. Isinya berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang baru saja terjadi dengan demikian para orang tua dapat memperoleh gambaran tentang pengalaman apa yang baru dialami anak mereka. Sudono (2018) menyebutkan beberapa manfaat laporan berkala sebagal berikut:
- Secara terus menerus para orang tua dapat diberitahu tentang apa yang terjadi di sekolah anak mereka.
- Memberikan wawasan kepada orang tua tentang masalah pendidikan prasekolah.
- Menjalin hubungan komunikatif antara orang tua dengan guru.
- Memperkuat dan memperluas proses belajar di sekolah ke lingkungan rumah dan keluarga.
Sementara itu Tangyong (2014) memberikan beberapa petunjuk agar komunikasi guru dengan orang tua yang dilakukan melalui tulisan lebih efektif, yaitu:
- Pakailah kalimat yang singkat. Pergunakan kalimat yang terdiri tidak lebih dari 20 kata.
- Gunakan paragraf yang pendek pula, rata-rata terdiri dari 6 baris.
- Pergunakan kata-kata yang sederhana, dan yang biasa dipergunakan sehari-hari.
- Apabila memang terpaksa pergunakan kata teknis, untuk memperjelas maksud guru.
- Sebaiknya langsung pada permasalahan yang akan dikemukakan. Hindari menggunakan kata yang tidak penting atau tidak relevan.
- Tuliskan secara sistematis. Perhatikan penulisan dengan suatu tahapan, siapa, mengapa, di mana, kapan, dan bagaimana, yang biasanya dapat membantu pengorganisasian penulisan.
- Hati-hati dengan penyusunan kalimat yang menggunakan kata-kata yang tidak jelas seperti, tampaknya, mungkin, barangkali, umumnya, rupanya.
- Pergunakan lebih banyak kalimat aktif daripada yang pasif.
- Letakkan subjek kalimat di depan.
- Pikirkan lebih dahulu untuk siapa surat itu dibuat. Apakah orang tua adalah orang yang biasa, membaca surat. Sesuaikan susunan isi surat dengan kemampuan pembaca yang akan dituju.
- Sebaiknya tetap menjadi diri Anda sendiri. Tulislah surat kepada orang tua seperti bila Anda bicara.
DAFTAR PUSTAKA
Gunarsa, S.D, 2016, Dasar dan Teori Perkembangan Anak, Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Sudono, A, 2018, Pedoman Pendidikan Prasekolah. Jakarta: Grasindo.
Tangyong, A.F., et. Al, 2014, Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak, Jakarta: PT Gramedia.