Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Sosialisasi PPRG

PUG
Berita
23 Juni 2026 15:40:23

Image Berita


Kulon Progo– Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Tingkat Kalurahan Tahun 2026 dilaksanakan pada  Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh 5 Kalurahan di Kapanewon Kokap (Kalurahan Kalirejo, Hargerejo, Hargowilis, Hargatirto, Hargamulayo)

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ernawati Sukeksi, S.IP., M.M., menyampaikan materi pertama mengenai gender dan isu gender di masyarakat desa, seperti beban ganda perempuan, rendahnya partisipasi perempuan, serta pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan.

Materi kedua disampaikan oleh Vidi Astuti, S.KM., M.M. mengenai Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Kalurahan sebagai Upaya Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif dan Berkeadilan. PUG merupakan strategi pembangunan untuk memastikan perempuan dan laki-laki memperoleh akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat yang setara dari hasil pembangunan. Di Kabupaten Kulon Progo, penerapan PUG menjadi bagian penting dalam pencapaian visi pembangunan daerah tahun 2025–2029. Pemerintah kalurahan memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan yang responsif gender melalui penyediaan data terpilah, peningkatan keterlibatan perempuan dalam musyawarah kalurahan, pengalokasian anggaran yang responsif gender, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, narasumber ketiga, Galih Pramilu Bakti, S.E., M.Se., menyampaikan materi mengenai Perencanaan dan Penganggaran Kalurahan yang Responsif Gender. Dijelaskan bahwa tata kelola pemerintahan desa harus dilaksanakan secara partisipatif, transparan, efektif, efisien, setara, dan akuntabel. Perencanaan pembangunan dilakukan melalui RPJMDes dan RKP Desa, sedangkan pengelolaan keuangan desa diwujudkan melalui APBDes. Dalam penyusunan program dan anggaran, perspektif gender perlu diintegrasikan untuk memastikan seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya memperoleh manfaat pembangunan secara adil.

Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perspektif gender dalam pembangunan kalurahan serta mampu menerapkan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender. Dengan demikian, pembangunan di kalurahan dapat berjalan lebih inklusif, efektif, serta memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat.

Source: Dissos P3A

WhatsApp Chat