Kabupaten Kulon Progo secara geografis merupakan daerah yang terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi. Dimana sebagian besar wilayah Kabupaten Kulon Progo struktur tanahnya bebatuan kapur sehingga memasuki musim kemarau di sebagian wilayah dataran tinggi selalu mengalami kekeringan. Di Tahun 2018 dampak dari fenomena alam, musim kemarau menjadi maju beberapa bulan, sehingga memasuki bulan Juni sebagian wilayah Kulon Progo sudah mengalami kekeringan.
Sedangkan untuk pengadaan air bersih dalam dalam rangka mengatasi kekeringan Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemda Kulon Progo belum mampu menganggarkan, sehingga Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo masih bergantung pada APBD I melalui Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta dan bantuan dari pihak ketiga.
Pada bulan Juni 2018 sudah banyak proposal yang masuk ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo dan baru beberapa proposal yang sudah terealisasi penyalurannya yang dilakukan oleh Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Kulon Progo yaitu di wilayah Kecamatan Girimulyo tepatnya di Desa Purwosari, yang dananya berasal dari swadaya TAGANA Kabupaten Kulon Progo
Di awal Bulan Juli 2018 TAGANA Kabupaten Kulon Progo menggandeng pihak ketiga seperti Karang Taruna, Pendamping PKH, TKSK, Kepolisian dan Bazcam Kecamatan sentolo untuk menyalurkan bantuan air bersih di wilayah Desa Salamrejo sejumlah 36 Tanki. Masih di Bulan Juli 2018, PLN Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan bantuan air bersih sejumlah 150 Tanki Air melalui BPBD Kabupaten Kulon Progo yang penyalurannya dilakukan oleh BPBD, PMI, DPU, dan TAGANA Kabupaten Kulon Progo secara merata keseluruh wilayah yang mengalami kekeringan.
Dengan
menggandeng dan bekerja sama dengan pihak ketiga sampai dengan tanggal 6
Agustus 2018 TAGANA sudah menyalurkan sebanyak 193 tanki yang penyalurannya
merata keseluruh wilayah yang terdampak kekeringan.
