Regenerasi Forum Anak Kabupaten Kulon Progo

          Forum Anak merupakan wadah partisipasi anak sebagai media untuk mendengar dan memenuhi aspirasi, suara, pendapat keinginan dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan. Lembaga perwakilan kelompok anak atau organisasi sesuai jenjang administrasi pemerintahan dan dibina oleh pemerintah. Di Kabupaten Kulon Progo, terbentuklah Forum Anak Kabupaten Kulon Progo ( FAKP ) periode 2020-2023 yang dipimpin oleh Raffi Zayid Muzakki, sebagai Ketua FAKP dan beberapa personil yang masuk dalam Divisi-divisi serta anggota.

          Dalam tahun 2023 ini, memasuki tahun terakhir masa tugas kepengurusan FAKP. dalam kegiatannya FAKP bertindak sebagai 2P ( Pelopor dan Pelapor ) dan mendukung kegiatan penyelenggaraan kabupaten layak Anak ( KLA) yang mencakup 24 ( dua puluh empat ) indikator KLA yang terbagi dalam 5 Klaster. Upaya-upaya yang dapat  dilakukan antara lain : berperan serta dalam Musrenbang sesuai tingkatannya, sebagai pelapor FA dapat melaporkan dan peduli dengan keadaan yang terjadi di wilayahnya dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, dari klaster I s/d klaster V.

           Sebagai upaya kelanjutan dari kepengurusan Forum Anak Kabupaten, maka dilakukan rencana revitalisasi dan regenerasi kepengurusan FAKP, mengingat sebagian pengurus FAKP sudah memasuki usia 18 tahun atau lebih, dan perlu digantikan oleh anak-anak yang belum berusia 18 tahun. Pada kesempatan ini, FAKP melaksanakan kegiatan Rakor membahas regenerasi FAKP 3 tahun mendatang. Peserta yang dihadirkan adalah anggota FAKP, perwakilan anak dari masing-masing kapanewon. Pada Rakor tsb juga dilakukan sosialisasi mengenai materi Forum Anak dan kegiatannya serta Mengenal Konvensi Hak Anak. yang disampaikan oleh Pendamping KLA sekaligus Program manager Paguyuban Bersama Musyawarah Masyarakat "Mitra Anak Sejati " AM. Eko Pitono Novianto. Harapannya dengan adanya perwakilan dari masing-masing kapanewon, keberlangsungan keberadaan Forum Anak Kabupaten, kapanewon maupun Kalurahan yang sudah diinisiasi pembentukannya, dapat menjadikan wadah bagi anak-anak dalam berperan aktif dalam pembangunan sesuai kapasitas anak. Dan pada akhirnya kan mendukung penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.